Hikmah Silaturrakhim
Posted by Masjid Nurjanah on Friday, May 27, 2011
Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa silaturrakhim akan melapangkan rizki dan memperpanjang umur. Sangat indah dan sangat penting anjuran Rasulullah ini untuk diperhatikan dan diamalkan. Perlu kita sadari bahwa Allah S.W.T. menganugerahkan rahmat-Nya dan rizki-Nya selalu melalui perantaraan manusia, dan tidak pernah menurunkan langsung tanpa perantaraan manusia. Marilah kita renungkan sekali lagi, dari mana rizki yang kita dapat, tidak ada yang tanpa melalui perantaraan manusia, oleh sebab itu sabda Rasulullah S.A.W. tersebut tidak terbantahkan lagi, maka siapapun yang menghendaki mendapatkan keluasan rizki, harus rajin bersilaturakhim untuk memepererat dan memperluas persaudaraan, bahasa orang sekarang harus rajin membangun "jaringan atau jejaring atau networking".
Bagaimana dengan panjang umur? Jatah umur sudah ditakdirkan oleh Allah, Rasulullah sendiri umurnya juga tidak teramat sangat panjang, sehingga yang terpenting adalah bagaimana cara mengisi umur, agar umur yang singkat ini penuh dengan kebaikan yang nantinya bisa dipakai sebagai bekal untuk menghadap Allah S.W.T. Tetapi kembali ke soal umur panjang, umur bisa banyak dipengaruhi oleh urusan makanan dan urusan psikologis. Jika makanan tidak terkendali, jiwa tidak tenang karena banyak permasalahan hidup serta kurang berserah diri kepada Allah, kemungkinan terserang penyakit akan menjadi lebih tinggi. Nah dengan silaturakhim, seseorang akan bisa banyak belajar dari orang lain tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Hidup menjadi tenang, seimbang dan "berbunga-bunga", penyakit menjauh dan insya Allah umur akan menjadi panjang.
Dengan mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah hidup akan menjadi lebih indah, karena hidup menjadi sesuai dengan kaidah-kaidah alam, sesuai dengan sunatullah. Segala aspek kehidupan ini telah dibuat serba otomatis oleh Allah, yang aturan-aturan otomatisasinya adalah sebagaimana ketentuan-ketentuan Allah yang tertera dalam Al Qur'an dan sunah Rasul.
Bagaimana dengan panjang umur? Jatah umur sudah ditakdirkan oleh Allah, Rasulullah sendiri umurnya juga tidak teramat sangat panjang, sehingga yang terpenting adalah bagaimana cara mengisi umur, agar umur yang singkat ini penuh dengan kebaikan yang nantinya bisa dipakai sebagai bekal untuk menghadap Allah S.W.T. Tetapi kembali ke soal umur panjang, umur bisa banyak dipengaruhi oleh urusan makanan dan urusan psikologis. Jika makanan tidak terkendali, jiwa tidak tenang karena banyak permasalahan hidup serta kurang berserah diri kepada Allah, kemungkinan terserang penyakit akan menjadi lebih tinggi. Nah dengan silaturakhim, seseorang akan bisa banyak belajar dari orang lain tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Hidup menjadi tenang, seimbang dan "berbunga-bunga", penyakit menjauh dan insya Allah umur akan menjadi panjang.
Dengan mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah hidup akan menjadi lebih indah, karena hidup menjadi sesuai dengan kaidah-kaidah alam, sesuai dengan sunatullah. Segala aspek kehidupan ini telah dibuat serba otomatis oleh Allah, yang aturan-aturan otomatisasinya adalah sebagaimana ketentuan-ketentuan Allah yang tertera dalam Al Qur'an dan sunah Rasul.