Kajian Minggu pagi, 29 Mei 2011, di Masjid Nurjannah membahas masalah pentingnya merahasiakan aib orang serta menghindari prasangka tidak baik. Kajian ini disampaikan oleh salah satu Jamaah menggantikan pembicara utama yang kebetulan tidak bisa hadir. Kajian ini berangkat dari pesan Rasulullah untuk merahasiakan aib sesama, dikatakan oleh Rasulullah bahwa membuka aib sesama diibaratkan sebagai memakan bangkai saudaranya sendiri. Topik ini sepintas tidak populer karena hampir semua umat Islam sudah memahaminya. Namun demikian topik ini dipandang perlu untuk diangkat kembali mengingat masih sangat banyak yang tidak "ngeh" dengan pesan Rasulullah tersebut. Aib adalah suatu ketidakbaikan yang jika diungkap yang bersangkutan merasa malu, tidak nyaman, atau bahkan merasa terhina.

Dalam majlis pengajian, ceramah tarawih dan subuh di bulan ramadhan, bahkan khotbah Jum'at, kadang-kadang pembicara tanpa menyadari terjebak pada pembicaraan yang dapat dikategorikan membuka aib sesama. Pada kesempatan kajian minggu pagi ini, Jamaah kembali diingatkan untuk menjaga diri dan berhati-hati jangan sampai melakukan larangan Allah/Rasulullah tentang membuka aib sesama, agar jangan sampai amal ibadahnya tertelan habis, bahkan defisit, oleh kebiasaan membuka aib sesama yang memang sangat nikmat untuk dilakukan ini.

Masalah kedua yang diangkat dalam kajian Minggu pagi ini adalah, tentang larangan berprasangka buruk, terutama ketika seseorang tertimpa musibah. Kebiasaan orang adalah menghubung-hubungkan suatu musibah dengan "DUGAAN - YANG BELUM TENTU BENAR" atas dosa yang dilakukan oleh seseorang, sehingga musibah yang menimpa seseorang sangat mudah berbelok menjadi fitnah. Padahal Allah, Rasulullah, dan Sahabat-sahabat Rasulullah, mengajarkan kepada umatnya untuk berprasangka baik terhadap musibah yang sedang menimpa umat, karena musibah bisa menimpa siapa saja, bahkan orang-orang yang dipandang baikpun bisa terkena musibah. Untuk itu ketika musibah datang kita hanya diajari untuk mengucapkan Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'uun, hanya ini, tidak lebih dan tidak kurang, tidak ada prasangka apalagi fitnah.

Semoga Allah memberkahi seluruh kaum Muslimin, amien. Srr.